Rabu, 28 Desember 2016

Peninggalan-Peninggalan Sejarah di Banten

Peninggalan-Peninggalan Sejarah di Banten

1. Masjid Agung Banten
Masjid Agung Banten adalah salah satu bangunan peninggalan Kerajaan Banten yang hingga kini masih berdiri kokoh. Masjid ini terletak di Desa Banten Lama, 10 km utara Kota Serang. Dibangun pada tahun 1652 tepat di masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanudin, putera pertama Sunan Gunung Jati, masjid ini memiliki beberapa keunikan corak. Keunikan corak masjid Agung Banten di antaranya menaranya berbentuk mirip mercusuar, atapnya menyerupai atap dari pagoda khas gaya arsitektur China, ada serambi di kiri kanan bangunan, serta kompleks pemakaman sultan Banten beserta keluarganya di sekitar kompleks masjid.

2. Istana Keraton Kaibon Banten
Peninggalan Kerajaan Banten selanjutnya adalah bangunan istana Kaibon. Istana ini dulunya adalah tempat tinggal ibunda Sultan Syaifudin, yakni Bunda Ratu Aisyah. Akan tetapi, saat ini bangunan istana tersebut sudah hancur dan hanya dapat dilihat reruntuhannya saja. Pada saat kerajaan Banten bentrok dengan pemerintah kolonial Belanda pada 1832, Daendels Gubernur Hindia Belanda, meruntuhkan bangunan bersejarah ini.

3. Istana Keraton Surosowan Banten
Selain istana Keraton Kaibon, Kerajaan Banten di masa silam juga meninggalkan bangunan istana lainnya, yaitu istana Keraton Surosawan. Istana ini adalah tempat tinggal dari Sultan Banten dan menjadi kantor pusat kepemerintahan. Nasib istana Keraton Surosawan juga sama dengan Keraton Banten, hancur luluh. Saat ini tinggal kepingan-kepingan reruntuhannya saja yang dapat kita lihat bersama bangunan kolam pemandiaan para putri.

4. Benteng Speelwijk
Sebagai poros utama maritim nusantara di masa silam, kerajaan Banten juga meninggalkan bangunan berupa benteng dan mercusuar. Benteng dengan tembok setinggi 3 meter ini bernama Benteng Speelwijk. Dibangun tahun 1585, benteng peninggalan Kerajaan Banten ini berfungsi selain sebagai pertahanan kerajaan dari serangan laut juga berfungsi untuk mengawasi aktifitas pelayaran di sekitar Selat Sunda. Di dalam benteng ini terdapat beberapa meriam kuni dan sebuah terowongan yang menghubungkan antara benteng dan keraton Surosowan.

5. Danau Tasikardi
Di sekirar istana Kaibon, kita juga dapat menemukan sebuah danau buatan. Danau tersebut bernama Tasikardi. Danau ini dibuat saat masa pemerintahan Sultan Maulana Yusuf, yakni antara tahun 1570 sd 1580. Dahulunya, dasar danau seluas 5 hektar ini dilapisi dengan ubin dan batu bata. Kendati begitu, sekarang luas danau tersebut telah menyusut dan lapisan batu bata di dasarnya telah tertimbuh tanah sedimen yang terbawa arus sungai. Danau Tasikardi pada masa silam berfungsi sebagai sumber utama pasokan air bagi keluarga kerajaan yang tinggal di istana Kaibon serta sebagai saluran irigasi untuk persawahan di sekitar Banten.

6. Vihara Avalokitesvara
Meski Kesultanan Banten berazaskan atas Islam, toleransi dari penduduk dan pemimpinnya dalam beragama terbilang sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan adanya peninggalan sejarah yang berupa bangunan Vihara, tempat ibadah umat Budha. Vihara peninggalan Kerajaan Banten tersebut bernama Avalokitesvara. Hingga kini, kita masih dapat melihatnya. Yang unik, di dinding vihara ini kita juga dapat melihat relief kisah legenda siluman ular putih yang melegenda itu.

7. Meriam Ki Amuk
Di dalam bangunan benteng Speelwijk terdapat beberapa senjata berupa meriam. Di antara meriam-meriam tersebut yang terbesar dan terunik dinamai meriam Ki Amuk. Dinamakan demikian karena meriam ini terbilang memiliki daya ledak tinggi dan tembakan yang jauh. Konon, meriam ini merupakan hasil rampasan dari pemerintah Kolonial Belanda saat masa peperangan.

Peninggalan Lainnya Selain peninggalan-peninggalan di atas, Kerajaan Banten juga memiliki beberapa peninggalan lainnya yang berupa aksesoris. Di antaranya adalah mahkota binokasih, keris panunggul naga, dan keris naga sasra. Keberaadaan benda-benda bersejarah tersebut hingga kini masih terawat rapi di Museum Kota Banten.

Wisata Religi di Masjid Agung Banten

Masjid Agung Banten. Banten terkenal dengan berbagai macam objek wisata yang menjadi tempat kunjungan para wisatawan. Mulai dari wisata alam, wisata sejarah, wisata religi hingga wisata kebudayaan semuanya ada di provinsi Banten ini. Salah satu yang terkenal dari provinsi Banten adalah kultur agama Islam yang masih kental tertanam di tanah Banten.  Tidak heran jika wisata religi yang terdapat di provinsi Banten selalu ramai dikunjungi wisatawan maupun para peziarah yang datang hampir dari seluruh penjuru negera. Terutama pada saat bertepatan dengan hari-hari besar keagamaan agama Islam. Wisata religi di provinsi ini akan dipenuhi oleh lautan manusia yang tidak berhenti silih berganti datang dan pergi. Jumlahnya bisa mencapai ratusan bahkan mungkin ribuan.

Salah satu tempat wisata religi yang banyak dikenal orang sepenjuru negara adalah Masjid Agung Banten. Masjid yang terkenal dan bersejarah ini terletak di desa Banten kecamatan Kasemen kabupaten Serang provinsi Banten. Bangunan ini berbatasan dengan perkampungan di sebelah utara, barat dan selatan serta alun-alun di sebelah timur.  Masjid ini adalah salah satu masjid tertua yang ada di nusantara. Masjid Agung Banten merupakan masjid pusat penyebaran agama Islam di Banten. Masjid ini dibangun pada masa kesultanan Sultan Maulana Hasanuddin yang merupakan sultan pertama dari kesultanan Banten.
Salah satu keistimewaan Masjid Agung Banten adalah masjid ini dibangun oleh tiga orang arsitektur yang berbeda sehingga mempunyai ciri khas tiap-tiap arsitektur yang membangunnya. Yang pertama adalah Raden Sepat, arsitek Majapahit yang juga membangun beberapa masjid di nusantara. Yang kedua adalah arsitektur dari Tiongkok yang bernama Cek Ban Su yang ikut ambil bagian dan memberikan pengaruh kuat pada bentuk atap masjid yang bentuknya bersusun 5, mirip dengan pagoda Tiongkok pada umumnya.  Arsitek ketiga adalah Hendrik Lucaz Cardeel yang merupakan arsitek dari Belanda yang kabur dari Batavia. Ia ikut turut andil dalam membangun Tiyamah serta Menara Masjid  di komplek Masjid Agung Banten. Tiyamah adalah bangunan bertingkat bergaya Belanda kontemporer yang pada dahulu digunakan untuk pertemuan penting, namun sekarang dialih fungsikan sebagai tempat museum benda peninggalan.  Menara Banten yang unik tersebut tidak tampak seperti menara masjid pada umumnya. Bentuknya mengingatkan kita pada mercusuar buatan Belanda yang juga ada di Anyer. Pengunjung dapat naik ke puncak menara dengan menaiki 83 anak tangga dan lorong sempit. Secara keseluruhan, komplek Masjid Agung Banten adalah sebuah komplek Masjid seluas 1.3 Ha yang terdiri dari bangunan masjid, serambi pemakaman di kiri, tiyamah di kanan, menara dan tempat pemakaman di sisi utara.

Keunikan dan keindahan arsitektur Masjid merupakan salah satu daya tarik wisatawan dan para peziarah yang datang. Selain tentunya untuk beribadah dan berziarah, anda dapat menikmati keindahan arsitektur yang ada di komplek masjid ini.  Selain wisata religi dan wisata sejarah, Masjid Agung Banten juga masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah pada umumnya. Masjid ini biasanya ramai pada waktu tertentu. Selain beribadah dan berwisata, pengunjung juga biasanya berziarah ke makam tua yang ada di komplek Masjid Agung Banten.

Take and Give

Take and Give
Model pembelajaran take and give pada dasarnya mengacu pada konstruktivisme, yaitu pembelajaran yang dapat membuat siswa itu sediri aktif dan membangun pengetahuan yang akan menjadi miliknya (Slavin, 1997: 269). Dalam proses itu, siswa mengecek dan menyesuaikan pengetahuan baru yang dipelajari dengan kerangka berpikir yang telah mereka miliki.
Menurut Suparno (2001: 10-11) mengajar bukan merupakan kegiatan memindah atau mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Peran guru dalam proses pembelajaran take and give lebih mengarah sebagai mediator atau fasilitator.
Pembelajaran take and give merupakan proses pembelajaran yang berusaha mengaitkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa. Pernyataan lebih mengarah ke teori belajar bermakna yang tergolong pada aliran psikologi belajar kognitif. Ausubel, sebagaimana yang dikutip Dahar (1989: 110-112) menyatakan bahwa belajarbermakna adalah proses mengaitkan pengetahuan baru pada pengetahuan relevan yang telah terdapat dalam struktur kognitif siswa.
Model pembelajaran menerima dan memberi (take and give) merupakan metode pembelajaran yang memiliki sintaks, menuntut peserta didik mampu memahami materi pelajaran yang diberikan guru dan teman sebayanya (peserta didik lain).

  • Langkah-Langkah

Dalam melakukan model take and give ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh pendidik, yaitu persiapan awal sebelum di kelas dan langkah pembelajaran di kelas.

  1. Siapkan media yang terbuat dari kartu
  2. Jelaskan materi sesuai TPK
  3. Untuk memantapkan penguasaan peserta, tiap siswa diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari (dihafal) lebih kurang lima menit.
  4. Kartu dibuat dengan ukuran ± 10x15 cm sebanyak siswa di kelas. Tiap kartu berisi submateri (yang berbeda antara kartu yang satu dengan kartu lainnya, materi sesuai dengan TPK).
  5. Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasi.
  6. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu contoh.
  7. Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling menerima dan memberi (take and give).
  8. Strategi ini dapat dimotivasi sesuai keadaan.
  9. Untuk mengevaluasi keberhasilan, berikan siswa pertanyaan tak sesuai dengan kartunya (sesuai kartu orang lain).
  10. Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman dan memberikan penguatan.
  11. Kesimpulan
  • Kelebihan


  1. Peserta didik akan lebih cepar memahami penguasaan materi dan informasi karena mendapatkan informasi dari guru dan peserta didik yang lain.
  2. Dapat menghemat waktu dalam pemahaman dan penguasaan peserta didik akan informasi.
  3. Meningkatkan kemampuan untuk bekerja sama dan bersosialisasi.
  4. Melatih kepekaan diri, empati melalui variasi perbedaan sikap atau tingkah laku selama bekerja sama
  5. Upaya mengurangi rasa kecemasan dan menumbuhkan rasa percaya diri.
  6. Meningkatkan motivasi belajar (partisipasi dan minat), harga diri, dan sikap atau tingkah laku yang positif serta meningkatkan prestasi belajarnya.


  • Kekurangan


  1. Bila informasi yang disampaikan peserta didik kurang tepat (salah), informasi yang diterima peserta didik lainnya pun akan kurang tepat juga.
  2. Kurang efektif dan terlalu bertele-tele



Sumber:
Shoimin, Aris. 2014. 68 model pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Kamis, 15 Desember 2016

Peran Matematika Sekolah

Peran Matematika Sekolah

Menurut James dan James (1976), matematika diartikan sebagai ilmu logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang saling berubungan satu sama lainnya dengan jumlah yang terbagi ke dalam tiga bidang yaitu aljabar, analisis, dan geometri. Sedangkan menurut Reys dkk. (1984), matematika diartikan sebagai analisis suatu pola dan hubungannya, suatu jalan atau pola berpikir, suatu seni, suatu bahasa, dan suatu alat. Berdasarkan pengertian-pengertian tentang matematika tersebut maka matematika dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari bilangan dan bangun serta konsep-konsep yang berkenaan dengan kebenarannya secara logika menggunakan simbol-simbol yang umum serta aplikasi dalam bidang lainnya. Pendidikan matematika dapat diartikan sebagai proses perubahan baik kognitif, afektif, dan kognitif kearah kedewasaan sesuai dengan kebenaran logika. 

NRC (National Research Council, 1989:1) dari Amerika Serikat telah menyatakan pentingnya Matematika dengan pernyataan berikut: “Mathematics is the key to opportunity.” Matematika adalah kunci ke arah peluang-peluang. Sesuai dengan tujuan diberikannya matematika di sekolah, kita dapat melihat bahwa matematika sekolah memegang  peranan sangat penting. Anak didik memerlukan matematika untuk memenuhi kebutuhan praktis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dapat berhitung, dapat menghitung isi dan berat, dapat mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menafsirkan data, dapat menggunakan kalkulator dan komputer. Selain itu, agar mampu mengikuti pelajaran matematika lebih lanjut, membantu memahami bidang studi lain seperti fisika, kimia, arsitektur, farmasi, geografi, ekonomi, dan sebagainya, dan agar para siswa dapat berpikir logis, kritis, dan praktis, beserta bersikap positif dan berjiwa kreatif.
Sebagai warga negara Indonesia yang berhak mendapatkan pendidikan seperti yang tertuang dalam UUD 1945, tentunya harus memiliki pengetahuan umum minimum. Pengetahuan minimum itu diantaranya adalah matematika. Oleh sebab itu, matematika sekolah sangat berarti baik bagi para siswa yang melanjutkan studi maupun yang tidak.
Bagi mereka yang tidak melanjutkan studi, matematika dapat digunakan dalam berdagang dan berbelanja, dapat berkomunikasi melalui tulisan/gambar seperti membaca grafik dan persentase, dapat membuat catatan-catatan dengan angka, dan lain-lain. Kalau diperhatikan pada berbagai media massa, seringkali informasi disajikan dalam bentuk persen, tabel, bahkan dalam bentuk diagram. Dengan demikian, agar orang dapat memperoleh informasi yang benar dari apa yang dibacanya itu, mereka harus memiliki pengetahuan mengenai persen, cara membaca tabel, dan juga diagram. Dalam hal inilah matematika memberikan peran pentingnya.
Sejalan dengan kemajuan jaman, tentunya pengetahuan semakin berkembang. Supaya suatu negara bisa lebih maju, maka negara tersebut perlu memiliki manusia-manusia yang melek teknologi. Untuk keperluan ini tentunya mereka perlu belajar matematika sekolah terlebih dahulu karena matematika memegang peranan yang sangat penting bagi perkembangan teknologi itu sendiri. Tanpa bantuan matematika tidak mungkin terjadi perkembangan teknologi seperti sekarang ini.


Dialog = Bersama Menamai Dunia

Dialog = Bersama Menamai Dunia
Dialog adalah perjumpaan antarmanusia, dimediasi oleh dunia, dalam rangka menamai dunia (Freire, 1970: 88). Menamai dunia dimaknai sebagai mengkonfirmasi segala ciptaan Tuhan dengan merekreasinya melalui kata-kata sejati dari dalam diri melalui proses mencari , dan terus mencari. Karena itu, dialog tidak dapat terjadi antara mereka yang ingin menamai dunia dan mereka yang tidak ingin menamai dunia. Mereka yang ingin menamai dunia adalah mereka yang berada pada level epistemologi, mereka adalah pencari ilmu, mereka mencintai perubahan dan bahagia dengan pencarian itu. Bagi mereka, dunia perlu dinamai secara otentik melalui dialog-dialog. Sedangkan mereka yang tidak berselera menamai dunia adalah mereka yang pasif reaktif.mereka yang pasif hanya menerima penamaan dunia dari para penguasa, kata-kata tentang dunia menurut mereka tidak perlu dicari, sedangkan mereka yang reaktif berusaha mengagungkan kata-katanya sendiri dan membungkam mulut orang lain untuk berkata-kata,mereka anti-dialog.dalam perspektif pendidikan Freire, guru dan murid berdiri sejajar, guru memurid dan murid mengguru, mereka berjalan beriringan sebagai seoring pencari, penyuka dialog, bukan polemik, mereka menamai dunia melalui untaian kata-kata yang sejati, kata-kata yang mengubah dunia.
Pendidikan Freire yang dialogis banyak ditujukan menggerakkan masyarakat yang masih berkesadaran naif, magis, atau fanatik menuju ke kesadaran kritis, memfasilitasi mereka untuk dapat mengintervensi proses histori. Caranya:
a)      Dengan metode aktif, dialogis, menstimuli-kritisme dan kritis;
b)      Dengan isi program pendidikan yang dinamis;
c)      Dengan penggunaan teknik-teknik seperti “penguraian” tematik dan “kodifikasi”.

Metode ini didasarkan atas dialog, yang merupakan perhubungan antarorang secara horisontal.


Islam Mengajarkan Terorisme? Tidak. Ini Penjelasannya...

Islam Mengajarkan Terorisme?
  • Terorisme itu Apa?
Tindakan teror dalam bahasa Arab diistilahkan dengan kata irhab, bentuk mashdar dari kata ‘arhaba’, ‘yurhibu’, ‘irhaban’. Maksudnya adalah meneror atau menakut-nakuti orang lain. Jadi makna ‘irhab’, bukanlah membunuh, makna asalnya adalah takut. Contoh misalnya dalam dua ayat kita dapat melihat hal ini,
وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ
Dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).” (QS. Al Baqarah: 40).
Contoh kedua pada ayat,
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآَخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.” (QS. Al Anfal: 60).

 Teror atau terorisme selalu identik dengan kekerasan. Terorisme adalah puncak aksi kekerasan, terrorism is the apex of violence. Bisa saja kekerasan terjadi tanpa teror, tetapi tidak ada teror tanpa kekerasan. Terorisme tidak sama dengan intimidasi atau sabotase. Sasaran intimidasidan sabotaseumumnya langsung, sedangkan terorisme tidak.

Namun kalau dalam istilah media, terorisme lebih identik pada tindakan pembantaian yang menewaskan orang banyak. Istilah ini lebih disematkan pada Islam dibanding ajaran atau agama lainnya.

  • Ayat AlQuran yang Melarang Terorisme
Dalam hukum Islam, siapa saja yang melakukan teror dan menakut-nakuti orang lain, ia akan dikenakan hukuman yang berat. Mereka inilah yang disebut dengan orang berbuat kerusakan di muka bumi seperti halnya para penyamun atau tukang begal. Mereka akan dikenai hukuman yang berat supaya tindakan jahat tidak lagi berulang, juga untuk menjaga harta, darah dan kehormatan orang lain. Tentang orang semacam ini disebutkan dalam ayat,
إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.” (QS. Al Maidah: 33).
Ingat pula bahwa Islam melarang membunuh orang lain, bahkan jika satu nyawa dibunuh tanpa alasan yang benar, berarti ia telah membunuh manusia seluruhnya. Allah Ta’ala berfirman,
مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا
Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya” (QS. Al Maidah: 32). Kata Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di dalam Taisir Al Karimir Rahman bahwa ayat ini juga ditujukan para para tukang begal atau penyamun yang mengancam membunuh atau merampas harta orang lain dengan cara paksa.
Dua ayat di atas menunjukkan bahwa meneror atau tindakan terorisme terlarang dalam Islam.

  • Hadits yang Melarang Terorisme
Dalam Islam, meneror atau menakut-nakuti orang lain walau bercanda atau sekedar lelucon saja dilarang.
Dari ‘Abdullah bin As Sa’ib bin Yazid, dari bapaknya, dari kakeknya, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ أَخِيهِ لاَعِبًا وَلاَ جَادًّا
Tidak boleh seorang dari kalian mengambil barang saudaranya, baik bercanda maupun serius.” (HR. Abu Daud no. 5003 dan Tirmidzi no. 2160. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih). Dalam riwayat lain disebutkan,
وَمَنْ أَخَذَ عَصَا أَخِيهِ فَلْيَرُدَّهَا
Siapa yang mengambil tongkat saudaranya, hendaklah ia mengembalikannya” (HR. Abu Daud no. 5003)
Meneror atau menakut-nakuti orang lain itu termasuk berbuat dosa. Pernah di antara sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama beliau, lalu ada seseorang di antara mereka yang tertidur dan sebagian mereka menuju tali yang dimiliki orang tersebut dan mengambilnya. Lalu orang yang punya tali tersebut khawatir (takut). Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا
Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Daud no. 5004 dan Ahmad 5: 362. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Al Munawi menyatakan bahwa jika dilakukan dengan bercanda tetap terlarang karena seperti itu menyakiti orang lain

  • Gelar Teroris itu Buatan Orang Kafir
Guru kami, Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdullah Al Fauzan hafizhahullah berkata,
“Orang-orang kafir sejak dahulu telah memerangi kaum muslimin. Mereka yang selalu memberikan gelaran yang tidak baik para orang Islam, supaya orang-orang menjauh dari Islam. Sebagaimana yang Allah sebutkan,
يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS. At Taubah: 32).
Orang kafirlah yang menggelari orang Islam dengan teroris, segala sifat jelek disematkan pada orang Islam. Padahal sebenarnya itu bukan ajaran Islam, namun ajaran dan karakteristik orang kafir.
Adapun jika ada orang Islam yang keliru atas dasar kejahilan atau niatan yang jelek, maka perbuatan mereka tak disandarkan pada ajaran Islam karena Islam melarang tindakan tersebut.
Supaya kita terlepas dari tuduhan jelek tersebut, maka hendaklah dijelaskan bahwa tindakan teror semacam itu bukanlah bagian dari Islam. Itu hanya kelakukan perorangan. Orang muslim bisa jadi juga salah. Yang bisa kita anggap selamat dari kesalahan (alias: ma’shum) adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Padahal kalau kita menilik sejarah yang melakukan pembantaian paling banyak hingga puluhan juta orang adalah non muslim. Contoh saja:
1.      Hitler membantai 6 juta orang Yahudi dan 60 juta orang pada perang dunia II. Hitler seorang Kristian.
2.      Joseph Stalin (Uncle Joe) telah membunuh 20 juta orang dan 14,5 juta telah mati kelaparan.
3.      Mao Tse Tsung dari Cina telah membunuh 14 – 20 juta orang.
Sumber :

Bekasi Disebut Sarang Teroris?

Bekasi Disebut Sarang Teroris?

Sepanjang 2016, beberapa kali Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penangkapan terduga teroris di Bekasi. Penangkapan terbaru dilakukan terhadap perempuan calon pengantin bom, Dian Yulia Novi, di rumah kosnya pada Sabtu, 10 Desember 2016.
Petugas menemukan bom seberat tiga kilogram dengan daya ledak tinggi. Bom itu terbuat dari benda menyerupai penanak nasi. Selain Dian, polisi juga menangkap dua orang pria, masing-masing Nur Solihin, dan Agus Supriyadi di Kalimalang.
Sementara, menurut Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bekasi, Momon Sulaiman, lembaganya yang tergabung dalam Komite Intelijen Daerah (Kominda) sudah bekerja maksimal untuk mendeteksi orang yang dicurigai dalam gerakan radikal.
"Bekasi ini kan daerah urban, jadi banyak pendatang baru," kata Momon. Menurut dia, pihaknya tak bisa berbuat banyak kepada orang-orang yang dicurigai bagian dari kelompok radikal tersebut. Alasannya, penindakan harus disertai dengan alat bukti yang cukup.
Selain itu, sejumlah  pengamat menyebut wilayah Kota Bekasi sebagai sarang teroris. Salah satu alasannya adalah faktor kedekatan historis antar Bekasi dengan induk kelompok Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). 
Bahkan pengaruh kelompok terlarang itu di Bekasi dinilai lebih kental dibanding di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. “Sel ideologi itu sulit dihilangkan. Terutama yang menyangkut ideologi DI/TII,” kata Pengamat Terorisme, Al Chaidar.
Selain itu, lanjut dia, Bekasi juga menjadi tempat strategis bagi penganut paham radikal lantaran letak geografis. Karena kata dia, wilayah itu berdekatan dengan Jakarta dan Jawa Barat. “Wilayah Bekasi akhirnya dipilih sebagai akses yang paling mudah untuk memobilisasi,” ucapnya.
Dan hal itu dibuktikan, belum lama ini beberapa pekan terakhir Detasemen Khusus 88 (Densus) Antiteror Mabes Polri menahan tujuh orang terduga teroris di tiga kecamatan di wilayah Kota Bekasi. Adapun ketiga lokasinya di Kecamatan Medansatria, Rawalumbu dan Mustikajaya, dan terakhir di Bintara Jaya.
Chaidar menilai, paham radikalisme cenderung menyasar masyarakat yang hidup dengan latarbelakang ekonomi menengah ke bawah. Alasannya, golongan masyarakat itu minim pengetahuan sehingga mudah dipengaruhi. “Masyarakat golongan ini juga terpaksa masuk ke kolompok itu karena ingin berubah nasib. Karena biasanya, mereka akan mendapat jaminan hidup dari kelompoknya,” kata Chaidar.

Berikut penangkapan terduga teroris di Bekasi oleh Densus 88 sepanjang 2016.

1.    15 Januari 2016, Densus 88 menangkap pasangan suami-istri di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Bojongrawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Penangkapan itu berkaitan dengan bom Sarinah di Jakarta.
2.    15 Januari 2016, Densus 88 menangkap tiga orang laki-laki dari sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya. Mereka yang ditangkap baru empat hari mengontrak rumah di wilayah tersebut. 
3.    28 September 2016 Densus 88 menyergap Agus alias Abu Fauzan di Jalan Raya Mustikasari, Mustikajaya, Kota Bekasi. Agus merupakan pendatang tinggal selama dua tahun di Kampung Kelapa 2 RT 1 RW 8, Kelurahan Padurenan.
4.    18 November 2016, Densus 88 Antiteror menangkap lima orang laki-laki terduga teroris di Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Mereka baru sepekan mengontrak dua rumah.
5.    10 Desember 2016, Densus 88 menangkap tiga orang terduga teroris di Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Mereka adalah Dian Yulia Novi, Agus Supriyadi, dan Nur Solihin. Petugas menemukan bom siap ledak seberat 3 kilogram.
Sumber: